
Tarutung, 6 Februari 2026 — Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Perguruan Tinggi Keagamaan Kristen Negeri (PTKKN) Tahun 2026 resmi dibuka. Pembukaan ditandai dengan kegiatan launching nasional yang digelar di Auditorium Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Tarutung, Jumat, 6 Februari 2026, dan dihadiri oleh seluruh rektor PTKKN se-Indonesia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, dalam sambutan yang dibacakan oleh Direktur Pendidikan Kristen Dr. Suwarsono, S.PAK., MM., menyatakan bahwa peluncuran seleksi nasional ini merupakan momentum kebijakan strategis yang akan menentukan arah dan kualitas pendidikan tinggi keagamaan Kristen ke depan.
“Seleksi nasional perguruan tinggi keagamaan Kristen negeri tahun 2026 bukan sekadar agenda tahunan penerimaan mahasiswa baru, melainkan instrumen kebijakan penting dalam pembangunan sumber daya manusia keagamaan Kristen secara berkelanjutan,” ujar Suwarsono.
Menurutnya, proses seleksi nasional menjadi titik awal siklus mutu pendidikan tinggi, yang akan menentukan kualitas input mahasiswa, memengaruhi proses pembelajaran, hingga menghasilkan lulusan yang berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Dalam kerangka kebijakan Kementerian Agama, seleksi nasional PTKKN diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan manusia, penguatan moderasi beragama, serta peningkatan daya saing bangsa. Oleh karena itu, penyelenggaraan seleksi nasional tahun 2026 wajib menjamin prinsip transparansi, objektivitas, akuntabilitas, dan pemerataan akses.

Salah satu prioritas utama dalam seleksi nasional tahun ini adalah pemberian akses khusus bagi calon mahasiswa dari wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) serta daerah Papua, yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan tinggi.
Lebih lanjut, Suwarsono menegaskan bahwa perguruan tinggi keagamaan Kristen negeri memiliki mandat ganda. Di satu sisi, sebagai lembaga akademik yang menghasilkan lulusan unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman; di sisi lain, sebagai institusi moral dan spiritual yang membentuk karakter, integritas, serta kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai iman Kristiani dan jati diri kebangsaan Indonesia.