
Ambon, 13 Februari 2026 — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon terus memperluas jejaring global dengan menjajaki kerja sama internasional bersama Sasakawa Peace Foundation (SPF), lembaga non-profit internasional yang berfokus pada penguatan perdamaian dan menjembatani kolaborasi antara Jepang dan pemerintah Indonesia. Inisiatif ini diarahkan untuk memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendorong kolaborasi lintas negara yang berkelanjutan.
Rektor Institut Agama Kristen Negeri Ambon Prof. Dr. Yance Z. Rumahuru, MA. menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan untuk melihat potensi kerja sama strategis dan merumuskan peluang kolaborasi ke depan. Menurutnya, kemitraan internasional menjadi langkah penting bagi IAKN Ambon dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat pada level global.
“Kerja sama ini membuka ruang pertukaran gagasan dan praktik terbaik yang dapat memperkaya pengembangan institusi, khususnya dalam konteks keberagaman sosial, keagamaan, dan budaya,” ujar Rektor.
Sejumlah rancangan program yang dibahas dalam penjajakan kerja sama tersebut meliputi:
- Optimalisasi pengembangan teknologi dan inovasi secara berkelanjutan.
- Kajian dinamika sosial dan praktik keagamaan pada komunitas-komunitas keagamaan.
- Pengembangan kurikulum pendidikan keagamaan yang kontekstual dan relevan secara global.
- Pelestarian serta pengembangan lingkungan seni keagamaan.
- Promosi budaya, komunikasi, dan pariwisata dalam rangka membangun kohesi sosial.

Sementara itu, Jim, perwakilan dari Sasakawa Peace Foundation (SPF), menjelaskan bahwa SPF merupakan lembaga non-profit yang selama ini aktif bekerja sama dengan Leimena Institute dalam bidang perdamaian dan dialog lintas iman. Ia menyampaikan bahwa SPF akan melakukan observasi awal sebagai langkah penjajakan, dengan harapan ke depan dapat mengimplementasikan program-program konkret bersama IAKN Ambon, sekaligus bersinergi dengan mitra yang telah bekerja sama dengan Leimena Institute.
Penjajakan kerja sama ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya program kolaboratif internasional yang berdampak nyata, tidak hanya bagi pengembangan institusi, tetapi juga bagi penguatan perdamaian, kebudayaan, dan kohesi sosial di tingkat lokal, nasional, maupun global.