Mendukung Pemerintah Dalam Dalam Pengutan Masyaratat Di Masa Pandemi Covid - 19, menjadi Targeet IAKN Ambon Dalam KKN 2020

Penulis By Administrator   |   24 September 2019   |   dilihat 109 Kali

Bertempat di kampus IAKN Ambon. Senin,12/10/20. Rektor IAKN Ambon, Dr. Agusthina Ch. Kakiay, M.Si  melepaskan 145 mahasiswa KKN tahun 2020 di Wilayah Pemerintahan kota Ambon dan 2 tempat di luar kota Ambon.

 

Dalam arahannya rektor mengatakan, pihaknya bersyukur bahwa walaupun di tengah- tengah pandemi covid- 19 namun program KKN bisa terlaksana karena sesuai rencana awal KKN semestinya dilaksanakan pada Agustus atau September awal akan tetapi karena berbagai kondisi terutama terkait dengan lokasi-lokasi penerimaan mahasiswa KKN yang saat itu belum pasti sehingga pihak kampus mencoba mencari model yang tepat dan akhirnya ditemukan model penentuan lokasi yang berdekatan dengan tempat tinggal para mahasiswa peserta KKN sehingga ditempuhlah model dengan jalur pengelompokan dengan merujuk pada domisili mahasiswa. Dengan demikian para peserta KKN tidak perlu melakukan perjalanan yang jauh untuk sampai pada lokasi KKN.

 

Menurutnya KKN merupakan bagian dari pada proses akademik di dalam kurikulum  setiap perguruan tinggi termasuk IAKN Ambon. Dimana mahasiswa diberikan kesempatan untuk bekerja lintas disiplin ilmu dan karena itu di setiap lokasi KKN biasanya ada gabungan dari beberapa program studi oleh karena ini peluang untuk mahasiswa dilatih bekerja secara kolektif dengan berbagai disiplin ilmu dan menghadapi suatu persoalan dengan berbekal latar belakang pendidikan yang diperoleh mahasiswa kemudian merancang  upaya untuk mengatasi yang dihadapi di masyarakat dan memberikan solusi berupa tawaran program kerja yang dilakukan para mahasiswa, selanjutnya Menurut Rektor karena KKN yang dilaksanakan tahun ini terlaksana dalam kondisi pandemi covid 19 maka jenis KKN yang selalu diterapkan 3 tahun terakhir dengan bertemakan KKN revolusi mental yang terlaksana dalam kerjasama dengan Kementerian PMK tapi tahun ini tidak bisa dilaksanakan tetapi bertemakan penguatan masyarakat di masa pandemi covid 19.

 

Harapan besar, seluruh program yang dirancang oleh para mahasiswa peserta KKN itu harus berkolaborasi dengan program pemerintah kota dalam rangka program penanganan masyarakat di masa pandemi covid 19.

 

Rektor mengakui memang ada beberapa program yang telah dilaksanakan yakni program pola hidup sehat untuk hidup di era new normal yakni berdamai dengan covid 19 dan berjalan dengan aktivitas seperti biasa dengan tetap mematuhi aturan protokol kesehatan dimana Rektor berharap agar peserta KKN tahun 2020 membantu mensosialisasikannya kepada masyarakat dengan demikian masyarakat mahasiswa terlibat dengan upaya pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19 tetapi sejalan dengan itu Rektor mengatakan dalam kesadaran bahwa pandemi ini kemudian berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat terutama ada banyak kondisi ekonomi tetapi juga kondisi psikologis yang dihadapi oleh masyarakat dewasa ini sebagai dampak dari covid 19 dan karena itu bukan saja kegiatan KKN tetapi sebelumnya kegiatan pengabdian masyarakat pun hampir 15 kelompok yang dibentuk diarahkan untuk penguatan masyarakat menghadapi pandemi covid 19, Rektor berharap para mahasiswa Mengidentifikasi berbagai masalah di masyarakat terutama yang terdampak covid 19 kemudian merancang program untuk penanganannya.

Usai melepas dengan resmi mahasiswa KKN tahun 2020 Rektor Kakiay menyerahkan secara simbolis, masker dan seragan  KKN juga Hans Sanitiser dan vitamin kepada para mahasiswa.

 

Ketua Panitia KKN, Dr. Johana S. Talupun, M.Si  dalam laporannya menyebutkan Ke 145 mahasiswa peserta KKN tahun 2020 terdiri dari mahasiswa prodi  Pendidikan Agama Kristen, Bimbingan konseling Kristen, Teologi, Pastoral konseling, Agama budaya, Musik Gerejawi dan Pendidikan seni musik yang tersebar dalam 12 lokasi di wilayah pemerintahan Kota Ambon yakni Negeri Amahusu., Dusun kusu-kusu sere., Kelurahan Waihoka Karpan., Desa Galala., Negeri Hatiwe kecil., Negeri Halong dengan 5 dusun yakni Halong batu-batu, Halong tanah merah,Halong atas, Halong air besar dan Halong baru, Negeri Passo, Negeri Hatiwe Besar, Sementara di luar wilayah Kota Ambon, Mahasiswa tersebar pada beberapa lokasi di kabupaten SBB, Malteng, Buru Utara, Buru Selatan, Tual, KKT dan Provinsi Malut.

 

 

Walikota Ambon Richard Louhenapessy,SH mengatakan pemerintah Kota Ambon menyambut baik pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang dilaksanakan oleh Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon Tahun 2020 yang di laksanakan dalam masa pandemi covid-19, Hal ini disampaikan oleh Walikota dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten 2 (dua) Pemkot Ambon, Roberth Silooy, SE, M.Si melalui siaran fitual langsung dari gedung Walikota Ambon Senin,12/10/2020 pada acara pelepasan Mahasiswa KKN IAKN Ambon tahun 2020 bertempat di auditorium IAKN Ambon

Dikatakan meskipun dalam suasana merebaknya covid 19 IAKN Ambon masih dapat menyelenggarakan KKN, hal ini menunjukan bahwa Tuhan masih tetap melindungi Warga Kota Ambon termasuk IAKN dalam penyelengaraan pendidikan, oleh sebab itu atas nama pemerintah kota Ambon dan segenap warga kota Ambon memberikan apresiasi kepada IAKN Ambon atas penyelenggaraan KKN tahun 2020

Walikota berharap penyelenggaraan KKN ini dapat berjalan dan sukses sesuai dengan yang diharapkan oleh semua pihak. Menurut Louhenapessy keberadaan IAKN bagi warga kota Ambon dan pemerintah di daerah ini tidak asing lagi karena kampus IAKN sejak masih menjadi Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Ambon (STAKPN) telah bersinergis dengan pemerintah dan masyarakat untuk membangun sumber daya manusia dibidang pendidikan dan musik serta memberikan penguatan kepada aspek sosial, budaya dan keagamaan yang sangat signifikan. Dosen, dan mahasiswa serta alumni selalu berpartisipasi dalam berbagai program dan kegiatan pemerintah kota ambon.

Sehubungan dengan pelaksanaan KKN ini yang menetapkan kota ambon sebagai tempat pelaksanaannya, pemerintah kota Ambon menyambutnya dengan gembira karena pemerintah kota Ambon selama ini selalu mendukung program kolaborasi perguruan tinggi dengan masyarakat, termasuk KKN seperti yang di laksanakan tahun ini.

Ditegaskan pemerintah kota Ambon berharap perguruan tinggi di daerah ini dapat meningkatkan sinergi dan peran perguruannya di tengah masyarakat melalui berbagai inovasi dan kreativitas bagi pegembangan dan peningkatan kesejaterahan masyarakat.

 

Selanjudnya menurut walikota, terkait dengan pelaksanaan KKN IAKN Ambon tahun 2020 yang dilaksanakan dalam masa pandemi covid-19 ini yang tentunya berbeda dengan pelaksanaan KKN tahun-tahun sebelumnya sehingga pihaknya berharap agar tidak mengabaikan dengan protokol kesehatan yaitu : jaga jarak, pakai masker, cucitangan dan menghidari diri dari kerumunan.Dalam kaitan ini menurut walikota peserta KKN diharapkan dapat bersinergis dengan pemerintah dan masyarakat kota Ambon dalam hal penanganan covid-19 melalui berbagai program yang dikerjakan dalam KKN pada saat ini.

Ia meminta kehadiran mahasiswa pada beberapa negeri, desa dan kelurahan di wilaya pemerinta kota ambon kiranya dapat menjadi sinerji baru bagi pemerintah setempat dalam rangka meningkatkan ketahanan masyarakat di masa pandemi ini dan turut mensuport pemerintah dalam hal implementasi program atau kegiatan mendukung pemutusan mata rante covid-19 serta membangun solidaritas sosial masyarakat pada masa pandemi dan antisipasi hidup diera newnormal baru ini secara lebih baik.untuk itu walikota mengajak para pemerintah negeri, desa dan kelurahan agar dapat berkerja sama dengan mahasiswa KKN selama melaksanakan KKN diwilayanya. Walikota juga mengingatkan kepada raja, kepala desa dan para lurah bahwa para mahasiswa KKN setelah selesai di kampus akan kembali ke masyarakat untuk mengabdikan diri dan ilmunya yang telah duterimanya.oleh sebab itu berilah mereka kesempatan untuk dapat  berlatih diri, mengimplementasikan kemampuan akademik guna membantu dan mengatasi masalah- masalah sosial yang terjadi di negeri, desa dan kelurahan masing-masing.

"saya percaya dengan latihan tersebut kepekaan adik-adik mahasiswa ini akan terasa dalam upaya menyelesaikan masalah-masalah sosial yang ada sehingga adik-adik ini dapat benar-benar jadi agen perubahan dimasyarakat" ujarnya.

Partner