AMBON – Menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat, mahasiswa teknik dituntut tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki keterampilan praktis, kreativitas, dan kemampuan menciptakan peluang usaha. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Teknik Industri, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) IAKN Ambon, menggelar kegiatan Technopreneur bertajuk Beyond the Classroom: Exploring Industry, Business and Entrepreneurship, Kamis (5/11/2026), di Ruang Multimedia FST IAKN Ambon.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Dekan FST, Dr. Flavius Floris Andries, MA. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa perlu dibekali pengetahuan yang tidak hanya bersifat teoretis, tetapi juga pengalaman praktis yang dapat menjadi bekal menghadapi dunia kerja dan mengembangkan karier di masa depan.
Menurutnya, kehadiran narasumber yang memiliki pengalaman langsung di bidang industri dan bisnis menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan serta memahami realitas dunia profesional.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber profesional, yakni Ahmad Ilham Sipahutar, ST., M.Si., dan Abraham J. Wattimena, ST., yang membagikan pengalaman serta perspektif mengenai dunia industri, bisnis, dan kewirausahaan.
Dalam pemaparannya, Ahmad Ilham Sipahutar menekankan pentingnya mahasiswa membangun kompetensi tambahan sejak masih berada di bangku kuliah. Penguasaan teknologi komputer, aplikasi perkantoran, perangkat desain teknik seperti AutoCAD, serta kemampuan berbahasa asing merupakan sejumlah keterampilan yang dapat menjadi nilai tambah bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja.
Ia juga mengingatkan bahwa ijazah saja tidak cukup untuk memenangkan persaingan. Mahasiswa harus memiliki keunggulan kompetitif, mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta berani keluar dari zona nyaman.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya perubahan pola pikir generasi muda, khususnya dalam menghadapi keterbatasan lapangan pekerjaan di daerah. Mahasiswa diharapkan tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu membaca peluang dan membangun usaha secara mandiri.
Menurutnya, dunia industri membutuhkan sumber daya manusia yang disiplin, produktif, dan mampu bekerja sesuai target. Karena itu, mahasiswa perlu membangun etos kerja, menghargai waktu, serta membiasakan diri dengan budaya kerja profesional sejak masa perkuliahan.

Pesan tersebut menjadi salah satu pengingat bahwa keberhasilan memasuki dunia kerja tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga karakter, keterampilan, dan kemauan untuk terus berkembang. Dengan bekal tersebut, lulusan Teknik Industri diharapkan mampu bersaing, berinovasi, bahkan menciptakan peluang ekonomi baru di tengah perubahan zaman.
Melalui kegiatan Technopreneur ini, mahasiswa Program Studi Teknik Industri diharapkan dapat menghubungkan pengetahuan akademik dengan kebutuhan nyata dunia industri, sekaligus menumbuhkan kreativitas, inovasi, dan jiwa kewirausahaan. Kegiatan tersebut turut dihadiri para dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Industri FST IAKN Ambon.