[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Seminar Nasional FIPK IAKN Ambon Dorong Inovasi, Inklusivitas, dan Resiliensi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045
Seminar 04 August 2026 31 dilihat

Seminar Nasional FIPK IAKN Ambon Dorong Inovasi, Inklusivitas, dan Resiliensi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

Seminar Nasional FIPK IAKN Ambon Dorong Inovasi, Inklusivitas, dan Resiliensi Pendidikan Menuju Indonesia Emas 2045

Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon kembali menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong transformasi pendidikan melalui penyelenggaraan Seminar Nasional Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK), Selasa (4/8/2026). Mengusung tema "Akselerasi Inovasi, Inklusivitas, dan Resiliensi Ekosistem Belajar Menuju Indonesia Emas 2045", kegiatan yang berlangsung di Auditorium IAKN Ambon ini diselenggarakan secara hybrid, dengan menghubungkan peserta yang hadir secara langsung di auditorium dan peserta yang mengikuti secara daring melalui platform Zoom. Seminar ini menjadi ruang akademik untuk mempertemukan gagasan, hasil riset, dan praktik baik dalam menjawab berbagai tantangan pendidikan di era transformasi global.

Seminar dibuka secara resmi oleh Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si., yang dalam arahannya menegaskan bahwa inovasi, inklusivitas, dan resiliensi merupakan tiga pilar utama yang harus dibangun secara bersamaan apabila Indonesia ingin mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, ketiga aspek tersebut harus berjalan secara sinergis agar mampu menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan memiliki daya saing di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.

TABXNpaWhW5rdX0loaLPolZMW7cpIZk7l1fBTnmm.jpg

Menurut Elka, inovasi tidak lagi dimaknai sebatas pemanfaatan teknologi digital, tetapi juga mencakup lahirnya metode pembelajaran yang kreatif, kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan, serta penguatan riset terapan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, inklusivitas menjadi tantangan besar bagi perguruan tinggi untuk memastikan setiap warga negara memperoleh hak yang sama dalam mengakses pendidikan bermutu tanpa diskriminasi.

"Perguruan tinggi harus menjadi ruang belajar yang terbuka bagi semua. Tidak boleh ada kelompok yang tertinggal dalam memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas," ujarnya.

Rektor juga menyoroti pentingnya resiliensi atau daya tahan dalam ekosistem pendidikan. Menurutnya, ketahanan institusi tidak hanya diukur dari kemampuan menghadapi perubahan global, tetapi juga dari keberhasilan mendampingi mahasiswa agar mampu bertahan sejak memasuki bangku kuliah hingga menyelesaikan studinya.

Ia mengungkapkan bahwa perguruan tinggi, termasuk IAKN Ambon, terus berupaya membangun strategi pendampingan akademik yang lebih efektif sehingga mahasiswa mampu melewati berbagai tantangan selama menempuh pendidikan. Resiliensi, kata dia, menjadi fondasi penting dalam membentuk lulusan yang adaptif, tangguh, serta siap menghadapi dinamika dunia kerja maupun perubahan sosial.

Dalam pemaparannya, Elka juga mengajak peserta seminar untuk mendiskusikan berbagai pertanyaan kritis, di antaranya bagaimana inovasi dapat mempercepat keberhasilan pendidikan tanpa mengurangi akses yang setara, serta bagaimana membangun sistem pendidikan yang tetap inklusif di tengah pesatnya transformasi teknologi.

"Ketiga unsur ini harus berjalan secara sinergis. Resiliensi tidak akan tumbuh apabila inklusivitas tidak dijamin, dan inovasi tidak boleh mengalami stagnasi. Sebaliknya, inovasi juga harus memastikan tidak ada peserta didik yang tertinggal," katanya.

Seminar nasional tersebut menghadirkan empat narasumber yang memiliki kompetensi di bidang pendidikan, yakni Dr. Itje Chodidjah, M.A., Eksekutif Chair Komnas Indonesia untuk UNESCO; Dr. Onisimus Amtu, M.Pd.; Prof. Dr. Suwito Eko Pramono, M.Pd., dosen Universitas Negeri Semarang; serta Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si.

Sebelumnya, Ketua Panitia Nurlaila Tuanany, M.Pd., dalam laporannya menjelaskan bahwa seminar nasional ini diselenggarakan sebagai forum ilmiah untuk mengkaji berbagai isu strategis pendidikan menuju Indonesia Emas 2045. Kegiatan ini bertujuan mengkaji berbagai isu strategis terkait inovasi pendidikan, mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran yang inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, mengembangkan perspektif baru mengenai resiliensi pendidikan dalam menghadapi perubahan global, serta menjadi wadah kolaborasi bagi akademisi, peneliti, guru, mahasiswa, praktisi, dan para pemangku kepentingan untuk berbagi hasil penelitian maupun praktik-praktik terbaik di bidang pendidikan.

TYe4WvyDOkJPn3R2ndzvg9Rv07YIYTM6kFpexISk.jpg

Seminar diikuti oleh para dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, serta peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi pendidikan. Antusiasme peserta tampak tinggi, baik yang mengikuti kegiatan secara langsung di Auditorium IAKN Ambon maupun yang bergabung secara daring melalui Zoom, mencerminkan tingginya perhatian terhadap isu-isu strategis pendidikan nasional.

Penyelenggaraan seminar ini sekaligus mempertegas peran IAKN Ambon sebagai perguruan tinggi keagamaan yang tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Melalui forum ilmiah seperti ini, IAKN Ambon terus membangun budaya akademik yang kritis, memperluas jejaring kolaborasi nasional, serta menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan pendidikan, khususnya di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.

FpkqqkfCF85x4GkZ28swPwqYnc3Bq8UpGl7KkkGh.jpg

Dampak yang diharapkan dari seminar ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan selama kegiatan berlangsung. Berbagai rekomendasi, hasil diskusi, dan pemikiran yang lahir dari forum ilmiah ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan pendidikan, memperkuat praktik pembelajaran yang lebih inovatif, inklusif, dan adaptif, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang mampu menghadapi tantangan global. Dengan demikian, IAKN Ambon terus memainkan peran strategis sebagai pusat pengembangan pendidikan yang berkontribusi dalam menyiapkan generasi unggul menuju terwujudnya Indonesia Emas 2045.