Ambon, 18 Agustus 2026 — Menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan membersihkan sampah. Di Negeri Lilibooi, Maluku, kepedulian itu diwujudkan melalui gerakan Sahabat Bumi yang mempertemukan IAKN Ambon, Yayasan Green Moluccas, dan masyarakat dalam aksi nyata menjaga lingkungan sekaligus menanam manfaat bagi masa depan.
Kementerian Agama RI melalui Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen (FISK), melalui Program Studi Agama, Budaya, dan Pariwisata menggelar Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Sahabat Bumi di Negeri Lilibooi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendorong kepedulian generasi muda terhadap lingkungan melalui aksi bersih dan penghijauan.
Rangkaian kegiatan dilaksanakan dalam dua fase utama, yakni aksi bersih lingkungan dan penanaman pohon. Peserta diajak tidak hanya memahami pentingnya kebersihan, tetapi juga melihat lingkungan sebagai bagian dari kehidupan yang harus dirawat secara bersama-sama dan berkelanjutan.
Semangat tersebut diperkuat melalui program frutikultura. Pemerintah Negeri Lilibooi sebelumnya meminta jenis tanaman buah yang relatif cepat berbuah dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Menindaklanjuti kebutuhan tersebut, sebanyak lebih dari 100 bibit mangga hasil okulasi dan 50 bibit matoa diserahkan kepada masyarakat.
Penyerahan bibit secara simbolis dilakukan oleh Wakil Dekan I FISK IAKN Ambon, Dr. J. Keleufna, M.Th., yang mewakili Dekan FISK sekaligus menutup secara resmi rangkaian kegiatan Sahabat Bumi. Kegiatan tersebut turut dihadiri Executive Manager Yayasan Green Moluccas, Sien Singerin.

Bagi IAKN Ambon dan Green Moluccas, penanaman pohon bukan sekadar menambah ruang hijau. Setiap bibit yang ditanam menjadi simbol investasi ekologis sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran bahwa lingkungan yang sehat membutuhkan kepedulian dan keterlibatan banyak pihak.
Program Sahabat Bumi juga diarahkan untuk membangun karakter generasi muda agar tidak hanya menjadi penerima manfaat lingkungan, tetapi ikut mengambil peran dalam menjaganya. Perubahan besar, menurut semangat kegiatan ini, dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Melalui kolaborasi tersebut, IAKN Ambon dan Green Moluccas berharap gerakan kepedulian lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Gerakan itu diharapkan berkembang menjadi kebiasaan dan gerakan bersama yang melibatkan masyarakat, generasi muda, lembaga pendidikan, serta berbagai pihak lainnya.
Dari Negeri Lilibooi, Sahabat Bumi membawa pesan sederhana: menjaga bumi dapat dimulai dari lingkungan sekitar. Satu pohon yang ditanam hari ini bukan hanya untuk menghijaukan tanah, tetapi juga untuk menghadirkan manfaat bagi kehidupan dan generasi yang akan datang.