Program Studi Agama dan Budaya Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK) IAKN Ambon menggelar Bimbingan Karier bertajuk “Meniti Karier di Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku” di Ruang Multimedia FISK, Senin (22/6/2026). Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk mengenal peluang profesi sekaligus memperkuat kesiapan memasuki dunia kerja yang terus berkembang.
Menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Dody Wiranto, S.S., M.Hum. dari Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku Kementerian Kebudayaan dan Dr. Elisabet O. Marantika, peserta memperoleh wawasan mengenai peran pelestarian budaya, tantangan dunia kerja, serta kompetensi yang dibutuhkan generasi muda dalam mengembangkan bidang agama dan budaya.
Kegiatan diawali dengan sambutan Dekan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Ambon, Dr. Sipora B. Warella, M.Pd.K. Menurutnya, bimbingan karier menjadi bagian penting dalam proses pendidikan karena mahasiswa tidak hanya dipersiapkan secara akademik, tetapi juga diarahkan untuk mengenali potensi diri dan menentukan pilihan karier yang sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.

“Bidang agama dan budaya sangat penting, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana mahasiswa mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Mereka perlu memahami peluang yang relevan dengan keilmuan yang dimiliki sehingga dapat memberi kontribusi bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Warella.
Ia menegaskan, perubahan yang cepat dalam masyarakat dan dunia kerja menuntut mahasiswa untuk membangun motivasi, kepercayaan diri, serta kemampuan berkolaborasi. Karena itu, sinergi antara perguruan tinggi dan para praktisi menjadi kebutuhan penting agar proses pendidikan mampu menjawab perkembangan zaman.
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku yang diwakili Dody Wiranto, S.S., M.Hum. dengan Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan IAKN Ambon yang diwakili Dekan FISK, Dr. Sipora B. Warella, M.Pd.K. Kerja sama ini diharapkan membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan kurikulum, kegiatan akademik, penelitian, serta peningkatan kompetensi mahasiswa.
Warella berharap Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku dapat terus menjadi mitra strategis bagi fakultas dalam memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum dan menghadirkan berbagai kegiatan yang semakin mendekatkan mahasiswa dengan kebutuhan dunia kerja.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya selesai dengan tugas akademiknya, tetapi juga memiliki bekal yang kuat untuk hadir sebagai generasi yang berdampak bagi pembangunan masyarakat, bangsa, serta pelestarian nilai-nilai budaya,” katanya.
Melalui kegiatan ini, Prodi Agama dan Budaya IAKN Ambon terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan melalui penguatan kompetensi, jejaring kemitraan, dan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan masyarakat serta perkembangan dunia profesional.