[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Momen Hari Anak Nasional: Dosen dan Mahasiswa Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama IAKN Ambon Wujudkan Gerakan Anak Sehat dan Ceria di SD Negeri 330 Huaulu
Pengabdian Kepada Masyarakat 26 July 2026 46 dilihat

Momen Hari Anak Nasional: Dosen dan Mahasiswa Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama IAKN Ambon Wujudkan Gerakan Anak Sehat dan Ceria di SD Negeri 330 Huaulu

Momen Hari Anak Nasional: Dosen dan Mahasiswa Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama IAKN Ambon Wujudkan Gerakan Anak Sehat dan Ceria di SD Negeri 330 Huaulu

Huaulu, Maluku Tengah, 25 Juli 2026 – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional Tahun 2026, Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama (PBA), Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan, Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Gerakan Anak Sehat dan Ceria: Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta Edukasi Kebersihan Diri” di SD Negeri 330 Huaulu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.xxtqqudqhRLNnQCkzj14x80LnZkVxHqJpkQylYtr.jpg

Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama IAKN Ambon. Melalui kegiatan ini, civitas akademika hadir untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai fondasi dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.lL8P2PJZBnnIrctnCgITwg3qmfjVdWc6Z65Wklx9.jpg

Pelaksanaan kegiatan juga sejalan dengan komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam mewujudkan Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA). Konsep sekolah ramah anak tidak hanya menekankan pemenuhan hak anak atas pendidikan yang aman dan bebas dari kekerasan, tetapi juga mendorong terciptanya lingkungan belajar yang bersih, sehat, inklusif, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.fjeDPBerPHdHTLzX0CJE0npyb3yEnydiWbiBGPzY.jpg

Dengan pendekatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan, tim PKM mengajak siswa mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari sosialisasi PHBS, praktik enam langkah cuci tangan pakai sabun (CTPS), edukasi menyikat gigi yang benar, pengenalan gizi seimbang, senam anak sehat, serta kuis edukatif. Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan, mencerminkan semangat mereka dalam mempelajari kebiasaan hidup bersih dan sehat melalui metode pembelajaran yang sesuai dengan usia anak.g4mxSvcyhv3y1tPKCMLbf0IN0JdiAg0sRT6njj1W.jpg

Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama IAKN Ambon Elviaty Helinda Tauran menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembelajaran lapangan yang mengintegrasikan keilmuan pariwisata, pemberdayaan masyarakat, dan nilai-nilai keagamaan.

“Kementerian Agama menekankan pentingnya menghadirkan ekosistem pendidikan yang ramah anak, di mana setiap anak memperoleh hak untuk tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan bermartabat. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan budaya hidup bersih dan sehat sejak dini sebagai investasi jangka panjang bagi generasi Huaulu. Sebagai Desa Wisata Adat, Negeri Huaulu memiliki potensi besar. Karena itu, pembangunan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan budaya dan alam, tetapi juga memerlukan sumber daya manusia yang sehat, disiplin, peduli terhadap kebersihan lingkungan, serta mampu menjadi tuan rumah yang ramah bagi setiap pengunjung. Inilah nilai yang ingin kami tanamkan kepada anak-anak melalui kegiatan pengabdian ini,” ujarnya.Yia7fpQ87RShdhWFVsC6G27abcXr4zVU2NnwjjNQ.jpg

Lebih lanjut, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan konsep Community-Based Tourism (CBT) melalui pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya belajar mengenai pengembangan destinasi wisata, tetapi juga memahami bahwa kualitas sumber daya manusia, kesehatan masyarakat, dan budaya hidup bersih merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Sebagai salah satu desa yang dikenal memiliki kekayaan adat dan budaya, Negeri Huaulu menjadi tujuan kunjungan wisatawan, peneliti, maupun akademisi yang ingin mempelajari kehidupan masyarakat adat. Dalam konteks tersebut, SD Negeri 330 Huaulu turut menjadi salah satu lokasi yang kerap dikunjungi sebagai bagian dari pengenalan kehidupan sosial dan pendidikan masyarakat setempat. Oleh sebab itu, terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah anak menjadi bagian penting dalam membangun citra positif Negeri Huaulu sebagai destinasi wisata budaya.

Kepala SD Negeri 330 Huaulu, M. Souhaly menyampaikan apresiasi kepada Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama IAKN Ambon atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, edukasi yang diberikan tidak hanya menambah wawasan siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan kebersihan diri, tetapi juga mendukung upaya sekolah dalam membangun lingkungan belajar yang sehat, nyaman, dan ramah anak.

Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin sinergi yang semakin erat antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat adat Huaulu dalam membangun generasi yang sehat, peduli terhadap lingkungan, serta memiliki kesadaran untuk menjaga identitas budaya daerahnya. Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama IAKN Ambon berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan pengabdian yang tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan berbasis budaya, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat di Maluku.