[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Implementasi ASTA PROTAS Kemenag, FST IAKN Ambon Kenalkan Coding kepada Anak di Negeri Ema
Pengabdian Kepada Masyarakat 25 July 2026 18 dilihat

Implementasi ASTA PROTAS Kemenag, FST IAKN Ambon Kenalkan Coding kepada Anak di Negeri Ema

Implementasi ASTA PROTAS Kemenag, FST IAKN Ambon Kenalkan Coding kepada Anak di Negeri Ema

Ambon, 25 Juli 2026 - Upaya Kementerian Agama memperkuat transformasi digital di sektor pendidikan melalui program prioritas (ASTA PROTAS) mulai diterjemahkan hingga ke tingkat masyarakat. Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar program pengabdian kepada masyarakat bertajuk "Anak Cerdas Digital: Belajar Coding dengan Gembira, Berpikir Komputasional dengan Kreatif" di Negeri Ema, Sabtu, 25 Juli 2026, sebagai bagian dari peringatan Hari Anak Nasional.

52le9liyPHrsO2bLtxfIlwMczTRMrP7XYleAMujC.jpg

Kegiatan tersebut menjadi implementasi nyata agenda Digitalisasi Tata Kelola dan Pendidikan Unggul, Ramah, dan Terintegrasi yang menjadi bagian dari ASTA PROTAS Kementerian Agama. Melalui pendidikan berbasis teknologi, anak-anak diperkenalkan pada keterampilan digital sejak dini agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membangun daya saing di masa depan.

Program ini menyasar peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan pendekatan pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Fokus utamanya bukan sekadar mengajarkan penggunaan perangkat digital, melainkan membangun kemampuan berpikir komputasional, logika, kreativitas, dan pemecahan masalah melalui pengenalan coding.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi IAKN Ambon, Dr. Flavius F. Andries, M.A., mengatakan transformasi digital di bidang pendidikan harus dimulai sejak usia sekolah agar anak-anak tidak hanya menjadi konsumen teknologi.

"Literasi digital dan kemampuan berpikir komputasional merupakan kompetensi penting yang perlu diperkenalkan sejak dini. Anak-anak perlu didorong menjadi kreator teknologi yang mampu memahami cara kerja sistem digital serta mengembangkan kreativitas melalui pemrograman," ujarnya.

Kegiatan dibuka bersama unsur pemerintah negeri, sekolah, dan sivitas akademika. Hadir dalam kesempatan itu Raja Negeri Ema Janse Tresia Leimena, S.Pd., M.Pd., Kepala SD Negeri Ema Hanna Jacoba Leimena, S.Pd., Wakil Kepala SMP Negeri 18 Ema J.J. Sahureka, S.Pd., Gr., Wakil Dekan I FST Dr. Yosephine Waas, M.Pd.K, serta tim dosen Fakultas Sains dan Teknologi.

Pelatihan dibagi dalam tiga sesi pembelajaran. Sesi pertama menghadirkan Nicole Makaruku, M.Kom yang memperkenalkan konsep dasar coding kepada 20 siswa SD kelas V dan VI melalui permainan edukatif dan simulasi sederhana. Pendekatan tersebut dirancang agar peserta memahami logika pemrograman tanpa merasa terbebani oleh konsep teknis yang rumit.

Pada sesi kedua, Jermias Manuhutu, M.T.I mengajak peserta mempraktikkan coding menggunakan platform Scratch. Melalui metode drag-and-drop, siswa membuat animasi dan permainan sederhana sambil mempelajari konsep algoritma, urutan instruksi, serta logika pemrograman secara interaktif.

Sementara itu, sesi ketiga dipandu Helda Taihuttu, M.Kom yang membahas berpikir komputasional, struktur tree, dan graph kepada 39 siswa SMP Negeri 18 Ema. Materi disampaikan melalui contoh-contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari sehingga peserta lebih mudah memahami penerapan konsep ilmu komputer dalam berbagai teknologi digital.

Sepanjang pelaksanaan kegiatan, peserta menunjukkan antusiasme tinggi. Mereka aktif bertanya, berdiskusi, serta mengikuti praktik yang diberikan para narasumber. Suasana pembelajaran berlangsung dinamis dan kolaboratif, mencerminkan pendekatan pendidikan yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar.

Bagi IAKN Ambon, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah negeri, dan satuan pendidikan dalam membangun ekosistem pendidikan digital di Maluku.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, program tersebut menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi muda yang memiliki literasi digital, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas dalam menghadapi tantangan transformasi teknologi. Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Agama yang mendorong pemanfaatan teknologi digital sebagai instrumen peningkatan mutu pendidikan sekaligus memperluas akses pembelajaran yang inklusif dan berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, implementasi ASTA PROTAS Kementerian Agama tidak hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata di ruang-ruang belajar masyarakat. Pengenalan coding dan berpikir komputasional kepada anak-anak di Negeri Ema menjadi contoh bagaimana transformasi digital dapat dimulai dari komunitas lokal untuk menyiapkan generasi Indonesia yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi era ekonomi digital.