Ambon, 01 Juli 2026 – Program Studi Pastoral Konseling, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan (FISK) IAKN Ambon menggelar Kegiatan Pendampingan Konseling Sebaya bagi Anak dan Remaja di Gereja Sumber Kasih Jemaat GPM Suli. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan peran perguruan tinggi dalam mendampingi tumbuh kembang anak dan remaja melalui pendekatan edukatif, pastoral, dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut menghadirkan berbagai materi, di antaranya sosialisasi kesehatan, pendampingan konseling sebaya, serta pengenalan dan pembuatan aplikasi layanan berbasis teknologi informasi (IT) sebagai media pendukung pelayanan kepada anak dan remaja.
Mewakili pimpinan IAKN Ambon, Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK), Dr. Jusuf Kelilufna, M.Th., menegaskan bahwa pembinaan anak dan remaja memerlukan kolaborasi antara perguruan tinggi, gereja, dan masyarakat agar mampu melahirkan generasi yang sehat secara mental, sosial, dan spiritual.
Menurutnya, melalui sosialisasi kesehatan dan pengembangan aplikasi layanan berbasis IT, anak dan remaja di Jemaat GPM Suli diharapkan memperoleh edukasi yang tepat sehingga mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab bagi dirinya sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
"Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membangun keberanian, kemampuan berpikir kritis, dan rasa percaya diri anak serta remaja dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki," ujar Jusuf.
Dr. Jusuf juga menambahkan, kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang harus memberi dampak nyata bagi kehidupan jemaat.
Dr. Jusuf juga menyampaikan apresiasi kepada Klasis GPM Pulau Ambon Timur dan Jemaat GPM Suli yang telah membuka ruang kolaborasi bersama IAKN Ambon.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Klasis GPM Pulau Ambon Timur dan Jemaat GPM Suli yang telah memberikan kesempatan kepada IAKN Ambon untuk berkolaborasi selama tiga hari. Sinergi ini menjadi langkah penting dalam menghadirkan pelayanan yang relevan, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis gereja dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak usia dini," katanya.
Melalui kegiatan ini, IAKN Ambon berharap kemitraan antara dunia akademik dan gereja terus berkembang dalam menghadirkan program-program pemberdayaan yang adaptif terhadap perkembangan zaman. Pendampingan konseling sebaya, edukasi kesehatan, dan pemanfaatan teknologi informasi diharapkan menjadi bekal bagi anak dan remaja untuk bertumbuh menjadi pribadi yang sehat, percaya diri, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi gereja dan masyarakat.
Penulis :Thobias Rahalus