AMBON — Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon terus memperkuat perannya dalam meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru Pendidikan Agama Kristen (PAK), khususnya dalam menghadapi perubahan teknologi dan tuntutan pembelajaran di era Society 5.0.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Pengembangan Guru Profesional dan Adaptif di Era Society 5.0 yang digelar IAKN Ambon, Kamis (17/9/2026). Kegiatan mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, Transformasi untuk Pendidikan yang Berdampak” dan diikuti sekitar 200 Guru PAK di Kota Ambon.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi guru untuk memperbarui wawasan, meningkatkan kompetensi, sekaligus merefleksikan kembali peran pendidik di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
Workshop diawali dengan sambutan Ketua Panitia, Dr. Flora Maunari, M.Pd.K. Selanjutnya, kegiatan secara resmi dibuka oleh Rektor Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si., yang sekaligus memberikan arahan kepada para peserta.
Dalam arahannya, Rektor menegaskan bahwa perubahan teknologi telah membawa transformasi mendasar dalam dunia pendidikan. Guru dan dosen tidak lagi hanya ditempatkan sebagai sumber utama informasi, tetapi dituntut berkembang menjadi fasilitator pembelajaran yang mampu membimbing peserta didik untuk berpikir kritis, kreatif, dan adaptif.
“Kita tidak bisa menolak perubahan. Karena itu, kita harus menyesuaikan diri dan menguasai berbagai perkembangan teknologi yang ada saat ini,” tegas Rektor.
Menurutnya, kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) merupakan salah satu contoh nyata perubahan yang sedang berlangsung dalam dunia pendidikan. Teknologi kini mampu membantu guru dalam berbagai pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.
Namun, Rektor mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh membuat guru kehilangan dimensi kemanusiaan dalam pendidikan.
Di tengah semakin berkembangnya AI, kecerdasan emosional, empati, nilai moral, dan karakter tetap menjadi bagian yang tidak tergantikan dalam proses pendidikan.
“Empati, nilai moral, dan karakter tidak pernah dapat tergantikan dengan kemajuan teknologi seperti apa pun kemajuan itu. Hal tersebut harus menjadi bagian dalam proses pembelajaran,” ujarnya.

Guru Tidak Boleh Berhenti Belajar
Rektor juga menekankan bahwa profesionalisme guru tidak dapat dibangun melalui satu kali pelatihan. Perubahan zaman yang berlangsung dinamis menuntut guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya sepanjang hayat.
Era Society 5.0, kata dia, harus dipahami bukan semata-mata sebagai era teknologi, tetapi sebagai fase ketika manusia dituntut mampu memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan kehidupan dan pendidikan yang lebih bermakna.
“Mengasah kemampuan dan kompetensi itu terjadi sepanjang hayat karena dinamika zaman terus berubah. Kalau kita tidak bisa mengikuti perkembangan zaman, kita akan ketinggalan,” kata Rektor.
Pesan tersebut menegaskan bahwa transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi di ruang kelas. Transformasi harus diikuti perubahan cara berpikir, peningkatan kompetensi, kreativitas, kemampuan berkolaborasi, serta penguatan karakter guru sebagai pendidik.
IAKN Ambon Perkuat Peran sebagai Mitra Strategis Guru PAK
Melalui workshop ini, IAKN Ambon memperkuat perannya sebagai mitra strategis dalam pengembangan kapasitas Guru PAK, khususnya di Kota Ambon.
Keterlibatan sekitar 200 Guru PAK menjadi ruang kolaborasi antara kampus, dosen, dan guru untuk mempertemukan perkembangan akademik dan teknologi dengan kebutuhan nyata pendidikan di lapangan.
Dampak yang diharapkan tidak berhenti pada bertambahnya pengetahuan peserta, tetapi berlanjut pada perubahan praktik pembelajaran di ruang kelas. Guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi secara tepat, merancang pembelajaran yang lebih kreatif, membangun kemampuan berpikir kritis peserta didik, serta tetap menanamkan nilai iman, karakter, moral, dan kemanusiaan.
Hadirkan Empat Narasumber Inspiratif
Workshop menghadirkan empat narasumber, yakni Prof. Tabita Kartika Christiani, M.Th., Ph.D., Dr. Yohanes Waldes Hasugian, M.Pd.K., Martha Nikijuluw, S.Th., M.Pd., dan Kajuliven Wattimena, S.Pd., M.Pd.
Keempat narasumber memberikan perspektif mengenai pengembangan profesionalisme guru, inovasi pembelajaran, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan pendidikan.
Kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan, dosen, dan unsur akademik di lingkungan IAKN Ambon.

Melalui kegiatan ini, IAKN Ambon menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus tetap berakar pada nilai kemanusiaan.
Teknologi boleh semakin cerdas, tetapi pendidikan harus tetap manusiawi. Di situlah guru PAK memainkan peran penting dalam menjaga karakter, iman, dan nilai kemanusiaan generasi masa depan