[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / IAKN Ambon Buka Kuliah Perdana 2026/2027, Soroti Tantangan Perguruan Tinggi di Tengah Perubahan Geopolitik
Kuliah Umum 26 August 2026 21 dilihat

IAKN Ambon Buka Kuliah Perdana 2026/2027, Soroti Tantangan Perguruan Tinggi di Tengah Perubahan Geopolitik

IAKN Ambon Buka Kuliah Perdana 2026/2027, Soroti Tantangan Perguruan Tinggi di Tengah Perubahan Geopolitik

AMBON, — Perubahan konstelasi geopolitik dunia yang berlangsung cepat turut membawa dampak terhadap pendidikan tinggi. Perguruan tinggi dituntut tidak hanya mampu beradaptasi terhadap perubahan, tetapi juga menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, adaptif, serta mampu memberikan solusi bagi masyarakat.

Hal tersebut menjadi salah satu sorotan dalam Kuliah Perdana Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon Tahun Akademik 2026/2027, yang digelar pada Rabu, 26 Agustus 2026, bertempat di Auditorium IAKN Ambon.

Kegiatan kuliah perdana dilaksanakan dengan memanfaatkan platform Zoom, sehingga narasumber maupun peserta dapat mengikuti kegiatan secara daring. Kegiatan tersebut diikuti pimpinan IAKN Ambon, para dekan dan direktur pascasarjana, ketua dan sekretaris program studi, dosen, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Tahun Akademik 2026/2027.

Kuliah perdana mengangkat tema “Perguruan Tinggi di Tengah Perubahan Konstelasi Geopolitik: Tantangan dan Peluang dalam Kurikulum Outcome-Based Education IAKN Ambon” dan menghadirkan Dr. Arnidah, S.Pd., M.Si. dari Universitas Negeri Makassar sebagai narasumber.

Dalam arahannya, Wakil Rektor II IAKN Ambon, Febby N. Patty, D.Th., S.Ag., M.Th., menyampaikan bahwa kuliah perdana tidak semestinya dipandang sebagai kegiatan seremonial semata.

Momentum tersebut, kata dia, harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh sivitas akademika untuk melihat kembali tantangan perguruan tinggi sekaligus menegaskan arah pendidikan IAKN Ambon di tengah perubahan dunia yang semakin kompleks.

Menurut Febby, perguruan tinggi saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari pergeseran kekuatan politik dan ekonomi global, konflik antarnegara, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), perubahan iklim, krisis energi dan pangan, hingga disinformasi digital.

xHHGVLn9dP9HvNqe3aX1vecouZocjyG9zrXQMtKa.jpg

Perubahan tersebut tidak hanya menjadi persoalan global, tetapi juga memiliki dampak terhadap masyarakat kepulauan, termasuk Maluku.

Karena itu, perguruan tinggi dituntut mampu membaca perubahan zaman dan tidak terlepas dari realitas masyarakat.

Perguruan tinggi harus mampu mengembangkan ilmu pengetahuan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

OBE Harus Hadir dalam Proses Pembelajaran

Dalam konteks perubahan tersebut, penerapan Outcome-Based Education (OBE) dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam mempersiapkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan zaman.

IAKN Ambon melalui program studi telah menyusun dan menerapkan kurikulum berbasis OBE. Namun, menurut Febby, tantangan yang lebih penting adalah memastikan OBE benar-benar diimplementasikan dalam proses pembelajaran.

“OBE jangan berhenti pada dokumen kurikulum, tetapi harus terlihat dalam proses pembelajaran dan capaian mahasiswa,” tegasnya.

Implementasi OBE, lanjutnya, harus memastikan adanya keterkaitan yang jelas antara profil lulusan, capaian pembelajaran, mata kuliah, metode pembelajaran, dan asesmen.

Dengan demikian, kurikulum tidak hanya memenuhi kebutuhan administratif, tetapi benar-benar menghasilkan kompetensi yang dibutuhkan mahasiswa dan masyarakat.

Dosen dan Mahasiswa Jadi Kunci

Febby juga menekankan bahwa keberhasilan penerapan OBE bukan hanya menjadi tanggung jawab program studi maupun lembaga penjaminan mutu.

Seluruh sivitas akademika memiliki peran penting dalam memastikan kurikulum berbasis OBE berjalan secara konsisten.

Para dosen didorong untuk terus berinovasi dalam metode pembelajaran dan menyesuaikan proses pendidikan dengan perkembangan teknologi.

Sementara mahasiswa diharapkan menjadi pembelajar aktif yang tidak hanya mengejar nilai dan ijazah, tetapi mampu membangun kemampuan belajar sepanjang hayat.

Perkembangan teknologi dan AI juga perlu dimanfaatkan secara kritis dan bertanggung jawab untuk memperluas pengetahuan dan mendukung proses pembelajaran.

Namun, pemanfaatan teknologi tersebut tetap harus berjalan seiring dengan kejujuran dan integritas akademik.

Hadirkan Narasumber Inspiratif

Kuliah perdana semakin mendapat perhatian dengan hadirnya Dr. Arnidah, S.Pd., M.Si. dari Universitas Negeri Makassar sebagai narasumber.

Melalui platform Zoom, Dr. Arnidah memberikan perspektif dan penguatan mengenai implementasi Outcome-Based Education, khususnya bagaimana perguruan tinggi dapat merespons perubahan lingkungan strategis dan kebutuhan dunia pendidikan melalui kurikulum yang berorientasi pada capaian.

Kehadiran narasumber dari luar institusi tersebut diharapkan memberikan wawasan baru bagi sivitas akademika IAKN Ambon, terutama para dosen dan pengelola program studi yang berada di garis depan implementasi kurikulum OBE.

Diskusi mengenai OBE menjadi semakin relevan karena perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai teori.

Lulusan juga dituntut memiliki kemampuan berpikir kritis, adaptif terhadap perkembangan teknologi, mampu berkolaborasi, memiliki karakter, serta mampu menerapkan pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat.

Momentum Memperkuat Transformasi IAKN Ambon

Kuliah Perdana IAKN Ambon Tahun Akademik 2026/2027 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pembuka tahun akademik.

nT155sllUY7UFRLaAwWSs2g8EMGHGsuvECc8bPrD.jpg

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh sivitas akademika dalam membangun budaya mutu dan memastikan implementasi OBE berjalan secara nyata.

Melalui kurikulum yang berorientasi pada capaian, IAKN Ambon diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, semangat pelayanan, serta mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Di tengah perubahan geopolitik, perkembangan teknologi, dan berbagai tantangan global, perguruan tinggi keagamaan seperti IAKN Ambon memiliki ruang strategis untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan zaman, tetapi juga tetap berakar pada nilai-nilai iman dan kemanusiaan.

Kuliah perdana yang dipusatkan di Auditorium IAKN Ambon dan diikuti secara daring melalui Zoom tersebut kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Arnidah.

Momentum tersebut sekaligus menjadi awal perjalanan Tahun Akademik 2026/2027 untuk memperkuat transformasi pembelajaran dan implementasi kurikulum Outcome-Based Education di lingkungan IAKN Ambon.