AMBON – Menjadi mahasiswa bukan sekadar tentang kecerdasan intelektual dan pencapaian akademik. Lebih dari itu, mahasiswa dituntut memiliki moralitas, karakter yang kuat, serta kemampuan mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Kualitas seorang mahasiswa tidak hanya ditentukan oleh apa yang diketahuinya, tetapi juga oleh bagaimana ia bersikap dan menjalani kehidupan.
Pesan tersebut ditegaskan Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon, Dr. Flavius F. Andries, S.Si., M.A., dalam kegiatan Pembinaan Karakter Mahasiswa yang berlangsung di Auditorium IAKN Ambon, Jumat, 6 November 2026.
Kegiatan yang mengusung tema “Cinta yang Bertanggung Jawab: Menjaga Kesehatan Mental” ini dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi. Untuk memperkaya wawasan dan pemahaman mahasiswa, kegiatan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Cynthya Petra Haumahu, M.Psi., Psikolog, dan Minchie H. Ubro, S.Hut., M.Si.
Dalam arahannya, Flavius menekankan bahwa identitas seorang mahasiswa tidak hanya tercermin melalui kemampuan intelektual. Mahasiswa juga perlu dibekali nilai-nilai moral dan karakter sebagai fondasi dalam membangun kepribadian.

Menurut dia, integrasi antara intelektualitas, moralitas, dan karakter merupakan ciri khas mahasiswa yang berkualitas. Ketiganya tidak dapat dipisahkan dalam proses pendidikan tinggi. Sebab, kecerdasan tanpa landasan moral dan karakter berisiko kehilangan makna dalam kehidupan bermasyarakat.
Atas dasar itu, Fakultas Sains dan Teknologi merasa memiliki tanggung jawab untuk membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang tangguh, berintegritas, dan bertanggung jawab. Pembentukan karakter tersebut bukan hanya untuk menjawab kebutuhan kehidupan mahasiswa saat ini, melainkan juga mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Pandangan Dekan tersebut sekaligus menegaskan bahwa pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada proses transfer pengetahuan di ruang kuliah. Kampus juga memiliki tanggung jawab untuk membangun kesadaran moral, kedewasaan emosional, serta kemampuan mahasiswa dalam menentukan pilihan hidup secara bijaksana.
Sementara itu, kehadiran Cynthya Petra Haumahu, M.Psi., Psikolog, dan Minchie H. Ubro, S.Hut., M.Si., sebagai narasumber menjadi bagian penting dalam memperluas wawasan mahasiswa mengenai pembentukan karakter, cinta yang bertanggung jawab, dan pentingnya menjaga kesehatan mental.
Melalui materi dan pengetahuan yang dibagikan, kedua narasumber diharapkan dapat memberikan perspektif dan pemahaman kepada mahasiswa tentang pentingnya mengenali diri, membangun relasi yang sehat, mengelola emosi, serta menumbuhkan sikap bertanggung jawab dalam kehidupan pribadi maupun sosial.
Pembahasan mengenai cinta yang bertanggung jawab juga menjadi refleksi bagi mahasiswa bahwa cinta tidak sekadar dimaknai sebagai perasaan, tetapi harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menghormati batasan diri dan orang lain, serta memiliki kepedulian terhadap kesehatan mental.
Sebelumnya, Ketua Panitia, Jean Evelin Ilela, M.Sc., dalam laporannya menjelaskan bahwa kegiatan pembinaan karakter ini bertujuan membentuk mahasiswa yang memiliki karakter positif, kedewasaan emosional, serta kesadaran untuk mengambil keputusan secara bijaksana dan bertanggung jawab.

Melalui kegiatan ini, FST IAKN Ambon menegaskan komitmennya bahwa mahasiswa berkualitas bukan hanya mereka yang unggul dalam pengetahuan, melainkan juga mereka yang mampu menjaga integritas, mengendalikan diri, menghargai sesama, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan.
Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan bukan hanya diukur dari kemampuannya melahirkan mahasiswa yang cerdas, tetapi juga dari keberhasilannya membentuk manusia yang berkarakter kuat, matang secara emosional, dan mampu memberikan makna bagi kehidupan