[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / Akreditasi Prodi Pendidikan Agama Kristen IAKN Ambon Targetkan Predikat Unggul, Fokus Perkuat Mutu Pendidikan di Maluku
Akreditasi 11 August 2026 12 dilihat

Akreditasi Prodi Pendidikan Agama Kristen IAKN Ambon Targetkan Predikat Unggul, Fokus Perkuat Mutu Pendidikan di Maluku

Akreditasi Prodi Pendidikan Agama Kristen IAKN Ambon Targetkan Predikat Unggul, Fokus Perkuat Mutu Pendidikan di Maluku

Ambon, 11 Agustus 2026 — Program Studi Pendidikan Agama Kristen (PAK), Fakultas Ilmu Pendidikan Kristen (FIPK), Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon sebagai salah satu prodi PAK yang terakreditasi unggul di Indonesia, menargetkan predikat Unggul dalam proses akreditasi. Predikat unggu dalam Asesmen lapangan kali ini menjadi momentum bagi IAKN Ambon untuk mengevaluasi sekaligus memperkuat kualitas pendidikan yang dikembangkan di kawasan timur Indonesia, khususnya Maluku.

Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, M.Si., mengatakan asesmen lapangan bukan sekadar tahapan administratif dalam proses akreditasi. Menurutnya, kehadiran asesor menjadi kesempatan penting bagi program studi dan institusi untuk mendapatkan evaluasi, pembinaan, serta masukan bagi pengembangan pendidikan ke depan.

“Asesmen lapangan ini merupakan bagian dari evaluasi untuk IAKN Ambon. Kehadiran kedua asesor menjadi momentum penting untuk mengembangkan program studi dan lembaga IAKN Ambon ke depan,” kata Elka dalam sambutannya.

Rektor berharap proses asesmen tersebut menghasilkan rekomendasi yang dapat mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan di Maluku. Masukan dari asesor, kata dia, diharapkan tidak berhenti pada proses akreditasi, tetapi menjadi pijakan untuk melakukan pembenahan secara berkelanjutan.

“Kami berharap ada pembinaan dan masukan bagi kemajuan pendidikan di Maluku, terlebih khusus IAKN Ambon,” ujarnya.

icTOiYVcRmUycJpFwZMsIlPMVKm7QVvJcQorAWf1.jpg

Asesmen lapangan Program Studi Pendidikan Agama Kristen FIPK IAKN Ambon dilakukan oleh dua asesor, yakni Dr. Ivan Thorstein Johannis Weismann, S.Th., Stat., M.Hum. sebagai Asesor 1 dan Dr. Ribut Agung Sutrisno, M.Th. sebagai Asesor 2.

Dalam proses asesmen, kedua asesor melakukan verifikasi terhadap berbagai data dan dokumen yang telah diajukan oleh program studi. Proses tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan kesesuaian antara dokumen usulan akreditasi dengan kondisi dan praktik penyelenggaraan pendidikan di lapangan.

“Kita bersama-sama menjalankan proses akreditasi ini dengan baik. Kami hanya memverifikasi apa yang telah diusulkan. Harapannya, semuanya dapat disesuaikan dengan apa yang telah diusulkan,” ujar Dr. Ribut

Target predikat Unggul menjadi bagian dari komitmen PAK FIPK IAKN Ambon untuk meningkatkan standar mutu pendidikan. Target tersebut tidak hanya diarahkan pada pencapaian administratif akreditasi, tetapi juga pada penguatan kapasitas lulusan, kualitas pembelajaran, tata kelola, sumber daya manusia, serta kontribusi program studi terhadap kebutuhan masyarakat.

Bagi IAKN Ambon, peningkatan kualitas Program Studi Pendidikan Agama Kristen memiliki arti strategis. Pendidikan agama tidak hanya berkaitan dengan penguasaan pengetahuan keagamaan, tetapi juga pembentukan pendidik yang mampu menjawab perubahan sosial, perkembangan teknologi, serta kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.

GGyhsiu8qzvgCnQxbC1lwkfkpCn0fT1kN31jGVPG.jpg

Upaya mencapai predikat Unggul juga menjadi bagian dari agenda IAKN Ambon untuk memperkuat daya saing pendidikan tinggi keagamaan Kristen di kawasan timur Indonesia. Dengan karakteristik wilayah Maluku yang memiliki keragaman sosial dan budaya, pengembangan pendidikan diharapkan tetap berpijak pada konteks lokal sekaligus memenuhi standar mutu nasional.