[INFORMASI] Pengumuman Penjaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, Direktur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga, Kepala UPT dan Kepala SPI IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 22 May 2026 00:00 [PENTING] Pengumuman Peniaringan Bakal Calon Wakil Rektor, Dekan, Wakil Dekan, DireKur, Wakil Direktur, Ketua Program Studi, Ketua Lembaga dan Kepala UPT IAKN Ambon Periode 2026 - 2030 - 21 May 2026 00:00 [INFORMASI] Rencana Strategis (RESTRA) Institut Agama Kristen Negeri Ambon tahun 2025 - 2029 - 09 Mar 2026 00:00
Beranda / Berita / 34 Mahasiswa Pariwisata IAKN Ambon Dibekali Hadapi Dunia Industri
Umum 02 September 2026 11 dilihat

34 Mahasiswa Pariwisata IAKN Ambon Dibekali Hadapi Dunia Industri

34 Mahasiswa Pariwisata IAKN Ambon Dibekali Hadapi Dunia Industri

Ambon, 2 September 2026 — Sebanyak 34 mahasiswa Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama, Fakultas Ilmu Sosial Keagamaan Kristen (FISK) IAKN Ambon, mengikuti Pembekalan Magang sebagai persiapan memasuki dunia industri pariwisata.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang C5 FISK IAKN Ambon, Rabu, 2 September 2026, mengusung tema “Adaptasi dan Inovasi Budaya dalam Transformasi Pariwisata Berkelanjutan.”

Pembekalan menghadirkan dua narasumber dari dunia praktis dan pelestarian kebudayaan. Mereka adalah Edi Dwi Sutrisno, A.Md.Par, mitra Hotel Cantika, serta Dodi Wiranto, S.S., M.Hum, dari Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku yang dalam kegiatan tersebut diwakili Eklevina Eirumkuy, S.S., M.Si.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama, Dr. Fiona A. Toisutta, M.Hum. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa program magang merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik dengan pengalaman nyata di dunia kerja.

Menurut dia, magang tidak sekadar memenuhi tuntutan kurikulum, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi, membangun pengalaman profesional, memahami budaya kerja, serta mengasah kemampuan beradaptasi dan berkomunikasi di lingkungan industri pariwisata.

“Melalui magang, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam praktik kerja, sekaligus memahami secara langsung dinamika dan kebutuhan dunia industri,” ujar Fiona.

Ia mengatakan pengalaman selama magang juga diharapkan dapat membantu mahasiswa mengenali potensi diri dan menentukan arah pengembangan karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Dekan: Magang Bukan Sekadar Tuntutan Akademik

Dekan FISK IAKN Ambon, Dr. Siphora B. Warella, M.Pd.K, secara resmi membuka kegiatan pembekalan tersebut.

Dalam arahannya, Warella menegaskan bahwa magang harus dipandang sebagai kesempatan bagi mahasiswa untuk memasuki lingkungan kerja secara langsung. Selama kurang lebih tiga bulan, mahasiswa akan berhadapan dengan dunia industri, para profesional, pimpinan, serta berbagai karakter dan pola kerja yang berbeda dari lingkungan perkuliahan.

IZWa1LqSKWmDDkYqO207Ws0uxdml0PnsNRwzZMsb.jpg

“Magang ini bukan semata-mata tuntutan akademik, tetapi sebuah ruang yang disiapkan dalam kurikulum agar mahasiswa dapat berhadapan langsung dengan dunia industri dan dunia kerja,” kata Warella.

Ia meminta mahasiswa menjaga disiplin, ketekunan dan tanggung jawab selama menjalani magang. Menurut dia, tuntutan di dunia kerja berbeda dengan tuntutan di ruang kelas karena pekerjaan memiliki target, waktu dan tanggung jawab yang harus diselesaikan secara terukur.

Warella juga mengingatkan mahasiswa untuk mampu bekerja sama, memahami instruksi pimpinan, serta membangun komunikasi yang baik dengan para senior dan rekan kerja di lokasi magang.

“Kalau selama ini terlambat masuk kelas masih bisa ditoleransi, di dunia kerja tuntutannya lebih keras. Karena pekerjaan sudah memiliki ukuran dan target yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas diri. Pengetahuan dan teori yang telah diperoleh di kampus, kata dia, harus berjalan seimbang dengan keterampilan atau skill yang dibutuhkan dunia kerja.

Warella juga mendorong mahasiswa menjadikan pengalaman magang sebagai kesempatan untuk menemukan bidang yang sesuai dengan minat dan kompetensinya, termasuk sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan topik penelitian atau proposal skripsi.

“Bisa saja dalam dialog dengan pimpinan dan para senior di tempat magang, mahasiswa menemukan ide untuk pengembangan diri, bahkan menentukan arah proposal skripsinya,” katanya.

Kampus Dorong Mahasiswa Beri Dampak bagi Lokasi Magang

Warella meminta mahasiswa tidak hanya datang untuk belajar, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi lembaga atau industri tempat mereka ditempatkan.

Ia berharap mahasiswa mampu membawa nama baik IAKN Ambon dan FISK melalui sikap, kemampuan, serta etos kerja selama mengikuti program.

“Pakailah waktu ini supaya menjadi berkat bagi saudara-saudara, tetapi juga berdampak positif bagi lokasi-lokasi magang,” ujarnya.

Ia juga mengajak para pembimbing dan pihak industri memberikan masukan kepada mahasiswa apabila masih menemukan kekurangan selama menjalankan tugas. Masukan tersebut dinilai penting agar mahasiswa terbiasa menerima evaluasi dan terus memperbaiki kualitas diri.

Program magang ini menjadi bagian dari upaya Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama dalam memperkuat keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan dunia industri. Mahasiswa akan ditempatkan pada sejumlah lokasi mitra sesuai dengan bidang dan kebutuhan pembelajaran.

Kegiatan pembekalan tersebut sekaligus menjadi tahap awal sebelum mahasiswa menjalani pengalaman kerja secara langsung selama kurang lebih tiga bulan.

rlPV17CePYew5UCYKyeAre563d6sJW5eHUOvXAVp.jpg

Dengan pembekalan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya memiliki bekal pengetahuan akademik, tetapi juga kesiapan mental, keterampilan profesional, kemampuan beradaptasi, serta kepekaan terhadap perkembangan industri pariwisata dan kebudayaan yang terus berubah.

Bagi Program Studi Pariwisata Budaya dan Agama, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bagian dari proses pembentukan lulusan yang mampu beradaptasi dengan perkembangan industri sekaligus memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan budaya dan pariwisata di Maluku.