AMBON - Sebanyak 16 mahasiswa asal Papua resmi menjadi bagian dari keluarga besar Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon. Mereka diterima dalam kegiatan penyambutan mahasiswa OKP Tahun 2026 yang berlangsung di Ruang Moderasi IAKN Ambon, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para mahasiswa untuk memulai perjalanan pendidikan tinggi di IAKN Ambon. Kehadiran mereka juga menjadi wujud terbukanya akses pendidikan bagi generasi muda Papua melalui dukungan program beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Kepala Kantor Wilayah Provinsi Papua, Zem Timang, ST, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada IAKN Ambon yang telah memberikan kesempatan kepada anak-anak Papua untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

"Melalui IAKN Ambon, anak-anak kami punya kesempatan mendapatkan beasiswa KIP. Terima kasih telah membuka kesempatan ini," ujar Zem.
Ia berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh oleh para mahasiswa. Mereka diminta mengikuti seluruh proses perkuliahan dengan baik sehingga dapat menyelesaikan studi tepat waktu.
Zem juga berharap para mahasiswa tidak berjalan sendiri selama menjalani pendidikan. Menurutnya, pendampingan dan perhatian dari lingkungan kampus sangat penting agar mereka dapat mengikuti proses akademik dengan baik.
"Kami berharap mereka kuliah dengan baik supaya cepat selesai. Mohon diberikan pendampingan bagi mereka, sehingga mereka mendapatkan perhatian dan dapat memperoleh yang terbaik selama menjadi bagian dari IAKN Ambon," katanya.
Sementara itu, Rektor IAKN Ambon, Dr. Elka Anakotta, S.Si., M.Si., menegaskan bahwa penerimaan 16 mahasiswa tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi awal dari sebuah tanggung jawab besar.
Menurut Elka, para mahasiswa akan mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus selama menjadi bagian dari keluarga besar IAKN Ambon. Namun, keistimewaan tersebut harus diimbangi dengan kesungguhan dan tanggung jawab dalam menjalani pendidikan.
"Ke-16 mahasiswa ini diperlakukan secara istimewa. Tetapi di balik keistimewaan ini ada tanggung jawab yang besar," kata Elka.

Ia meminta para mahasiswa memulai perkuliahan dengan baik, disiplin, dan penuh tanggung jawab. Sebab, keberhasilan mereka nantinya tidak hanya menentukan masa depan pribadi, tetapi juga membawa harapan keluarga, daerah, bahkan bangsa dan negara.
"Kalian harus memulai kuliah ini dengan baik dan bertanggung jawab. Bukan hanya untuk diri kalian, tetapi juga untuk negara ini," ujarnya.
Elka juga berpesan agar para mahasiswa memiliki keberanian untuk memperjuangkan cita-cita dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan.
"Harus memperjuangkan apa yang harus diperjuangkan dan jangan pernah menyerah," tegasnya.
Menurut Elka, pendidikan yang ditempuh para mahasiswa di IAKN Ambon diharapkan menjadi bekal untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua dan Papua Barat.
Ia mengingatkan bahwa keberhasilan menyelesaikan pendidikan nantinya bukan hanya menjadi kebanggaan bagi diri sendiri, tetapi juga bagi keluarga dan masyarakat di daerah asal.
"Keluarga besar menunggu saudara-saudara dengan membawa keberhasilan, memiliki gelar sarjana, dan mampu bertahan dalam seluruh proses ke depan," tutur Elka.
Karena itu, ia meminta para mahasiswa untuk menjaga semangat belajar dan mampu bertahan dalam setiap proses yang akan dihadapi hingga menyelesaikan pendidikan.
Dengan diterimanya ke-16 mahasiswa tersebut, IAKN Ambon secara resmi menyambut mereka sebagai bagian dari keluarga besar kampus. Seluruh pimpinan di lingkungan IAKN Ambon turut hadir dalam kegiatan penyambutan mahasiswa OKP Tahun 2026 tersebut.

Momentum ini sekaligus menjadi awal perjalanan ke-16 mahasiswa Papua untuk menempuh pendidikan tinggi di Ambon, mengembangkan potensi diri, dan mempersiapkan masa depan dengan harapan kelak dapat kembali memberikan kontribusi bagi kemajuan Papua, Papua Barat, dan Indonesia.